This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label Wow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wow. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Agustus 2011
Indahnya Warna-Warni Aurora Kutub Utara
BapakSainTek - Warna-warni indah yang dihasilkan Aurora adalah berasal dari terperangkapnya partikel-partikel berenergi tinggi yang berasal dari angin matahari. Maka dari itu saat terjadi badai matahari Aurora yang terjadi lebih banyak dan sering. Keindahan langit yan berwarna-warni itu kita bisa tengok di gambar-gambar ini.
Padang Golf Untungkan Manusia dan Kelelawar?
![]() |
| Ilustrasi Padang Golf |
Dalam laporannya pada ajang tahunan Ecological Society of America (ESA), ia menyebutkan bahwa padang golf dapat menghadirkan win-win solution bagi manusia dan kelelawar. Vulinec menyebutkan, padang ini bisa berfungsi sebagai tempat perlindungan sekaligus gudang penyimpan makanan bagi hewan malam itu. Dan bagi manusia, keberadaan kelelawar bisa membantu menekan jumlah populasi serangga mengganggu di sana.
Meski bukan pemain golf, pada penelitian, Vulinec dan timnya menghabiskan 22 malam di lima padang golf di kawasan Delaware-Maryland. Mereka memasang jebakan untuk menangkap kelelawar dan juga detektor ultrasonik untuk mengukur aktivitas kelelawar di setiap mikrohabitat yang berbeda di padang-padang tersebut.
Ternyata, diketahui bahwa kelelawar kemungkinan besar mengunjungi kolam yang berfungsi sebagai rintangan di setiap hole dan juga di kawasan serupa taman di perbatasan jalur lintasan. Menurut Vulinec, lingkungan yang serupa dengan pinggir hutan yang kaya akan nyamuk tersebut serupa dengan kawasan favorit para kelelawar di alam bebas. Dan berhubung populasi kelelawar lokal terancam oleh rusaknya habitat serta pandemik fatal seperti sindrom hidung putih, padang golf bisa menyediakan tempat perlindungan yang aman.
Kini Vulinec dan timnya mengumpulkan informasi seputar aktivitas serangga di kawasan padang golf. Mereka berencana untuk melanjutkan penelitian mereka musim semi mendatang. Ia berharap, temuannya dapat memberi masukan seputar bagaimana pengelola padang golf bisa membuat lingkungannya lebih ramah bagi kelelawar. “Kita selalu mengeluh seputar padang golf, namun tidak dengan cara yang tepat,” kata Vulinec. “Kita seharusnya melihat tempat-tempat ini sebagai peluang agar dapat menguntungkan semua pihak,” ucapnya.
Terima kasih Science Magazine
Ditemukan LCD Bertenaga Cahaya
![]() |
| LCD Bertenaga Cahaya |
BapakSainTek - Para peneliti dari UCLA menemukan teknologi yang memungkinkan monitor LCD ditenagai listrik yang didapat dari cahaya di sekitar, termasuk cahaya matahari dan cahaya (backlight) yang dikeluarkan LCD itu sendiri.
Teknologi ini dinamai photovoltaic organic polarizers, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi pada monitor LCD. "Polarisator ini juga bisa digunakan untuk mengumpulkan cahaya di dalam dan luar ruangan," kata Yang Yang, profesor bidang materials science dari UCLA. "Jadi pada saat di pantai misalnya, kita bisa mengisi baterai ponsel dengan cahaya matahari."
Saat ini monitor LCD banyak digunakan di berbagai perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan telepon genggam. Teknologi LCD bekerja dengan menggunakan dua lembar polarisator yang mengapit molekul-molekul kristal yang berfungsi sebagai katup cahaya. Formasi tersebut memungkinkan lolosnya sejumlah cahaya dan membentuk gambar di layar.
Menurut para peneliti, teknologi polarisator yang dipakai saat ini tidak hemat energi. Cahaya backlight bisa memakan nyaris 80 sampai 90 persen energi listrik dari perangkat, dan sekitar 75 persennya hilang karena polarisator. Dengan teknologi yang baru, sel polarizing organic photovaltaic mampu mengumpulkan energi yang terbuang dan mengubahnya kembali menjadi listrik.
Kamis, 11 Agustus 2011
Mengangkut Gunung Es ke Afrika
BapakSainTek - Memindahkan gunung es ke daerah kering di belahan dunia lain dapat dilakukan untuk menolong daerah yang kekeringan. Hal ini ditunjukkan dengan simulasi yang dilakukan oleh Dassault Systemes, perusahaan peranti lunak dari Prancis.
Simulasi dilakukan dengan memindahkan gunung es yang ada di Newfoundland, Kanada ke Pulau Canary di Pantai Barat Afrika. Menurut perhitungan para peneliti, pemindahan ini akan membutuhkan waktu sekitar lima bulan dan biaya mendekati sepuluh juta dolar Amerika Serikat.
Dalam simulasi dijelaskan, gunung es seberat tujuh ton akan dibungkus dengan cara tertentu agar tidak mencair. Kemudian, es yang terisolasi ditarik oleh kapal dengan kecepatan satu knot. Berdasarkan simulasi, es kehilangan 38 persen massanya saat saat sampai tujuan.
Para ahli mengakui butuh kendaraan pengangkut yang jauh lebih besar. Untuk dapat menyediakan air segar bagi setengah juta orang dalam setahun, diperlukan gunung es sebesar 30 juta ton. Selain itu, masalah juga akan muncul saat memindahkan gunung es tersebut ke atas daratan yang kering.
Pendanaan pun akan menjadi salah satu rintangan dalam merealisasikan simulasi ini. Untuk melakukan pemindahan diperlukan beberapa hal, lapisan pelindung gunung es, bahan bakar selama lima bulan, sumber daya manusia, dan juga distribusi air saat sampai tujuan.
Sekitar 40.000 gunung es terpecah dari sumbernya tiap tahun. Walaupun membutuhkan biaya besar, peneliti memperkirakan, dengan jumlah tersebut akan cukup bermanfaat untuk memindahkan pecahan gunung es tersebut ke daerah yang kering, seperti di Afrika.
Ide pemindahan gunung ini dicetuskan Geroges Mougin pada tahun 1970-an. Dassault Systemes lalu melakukan simulasinya.
National Geographic Indonesia
Simulasi dilakukan dengan memindahkan gunung es yang ada di Newfoundland, Kanada ke Pulau Canary di Pantai Barat Afrika. Menurut perhitungan para peneliti, pemindahan ini akan membutuhkan waktu sekitar lima bulan dan biaya mendekati sepuluh juta dolar Amerika Serikat.
Dalam simulasi dijelaskan, gunung es seberat tujuh ton akan dibungkus dengan cara tertentu agar tidak mencair. Kemudian, es yang terisolasi ditarik oleh kapal dengan kecepatan satu knot. Berdasarkan simulasi, es kehilangan 38 persen massanya saat saat sampai tujuan.
Para ahli mengakui butuh kendaraan pengangkut yang jauh lebih besar. Untuk dapat menyediakan air segar bagi setengah juta orang dalam setahun, diperlukan gunung es sebesar 30 juta ton. Selain itu, masalah juga akan muncul saat memindahkan gunung es tersebut ke atas daratan yang kering.
Pendanaan pun akan menjadi salah satu rintangan dalam merealisasikan simulasi ini. Untuk melakukan pemindahan diperlukan beberapa hal, lapisan pelindung gunung es, bahan bakar selama lima bulan, sumber daya manusia, dan juga distribusi air saat sampai tujuan.
Sekitar 40.000 gunung es terpecah dari sumbernya tiap tahun. Walaupun membutuhkan biaya besar, peneliti memperkirakan, dengan jumlah tersebut akan cukup bermanfaat untuk memindahkan pecahan gunung es tersebut ke daerah yang kering, seperti di Afrika.
Ide pemindahan gunung ini dicetuskan Geroges Mougin pada tahun 1970-an. Dassault Systemes lalu melakukan simulasinya.
National Geographic Indonesia
Sabtu, 23 Juli 2011
Galaksi Bagai Sarang Laba-Laba
![]() |
| Citra Galaksi |
Jumat, 22 Juli 2011
Patung Liberty Tersambar Petir
![]() |
| Patung Liberty |



Kamis, Agustus 18, 2011
emp xp









Posted in: 





