Twitter BirdDaichi Bold
Mohon klik iklan dibawah untuk perkembangan blog kami. Terimakasih
Tampilkan postingan dengan label Fosil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fosil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2011

Jalan Kayu Suku Iceni

Jalan Kayu Suku Iceni
BapakSainTek - Jalan kayu yang diperkirakan telah berumur dua ribu tahun ditemukan di Angila Timur, Inggris. Temuan ini terungkap setelah banjir melanda daerah tersebut pada tahun 2006.
Menurut arkeolog, situs yang digali pada bulan Juni lalu itu merupakan jalan untuk menyeberangi Sungai Waveney dan lahan basah di Geldeston, Norfolk. Diduga, jalan itu dibangun oleh Suku Iiceni, masa sebelum Roma berkuasa. "Kami akan mencari bukti penggunaan jalan ini," demikian dikatakan oleh Ben Gearey, arkeolog dari Birmingham, Inggris.

Umur dari jalan ini belum dapat dipastikan, namun dari kayu yang digunakan, peneliti memperkirakan pembuatannya pada tahun 75 sebelum masehi. Menurut dugaan arkeolog, jalan kayu itu dibuat seratus tahun sebelum invasi ke Roma.

Struktur dari jalan itu sudah banyak yang hilang, namun arkeolog mengatakan bahwa jalan tersebut sudah hampir modern dan masih terlihat tanda-tanda penggunaan benda di kayu-kayunya. "Jalan ini amat menarik karena kita memiliki alat yang sebenarnya cocok dengan tanda-tanda yang ada di kayu," kata kurator Norwich Castle Museum John Davies.

Bukan hanya sebagai jembatan penyeberangan, beberapa arkeolog mengasumsikan jalan ini digunakan sebagai wilayah perdagangan, pelancong, hingga tempat beribadah Suku Iceni. Senjata seperti pedang, perisai, dan tombak yang biasanya ditemukan di dalam sungai merupakan persembahan untuk para dewa mereka.

Terima kasih National Geographic Indonesia

Bagikan ke :

Jumat, 22 Juli 2011

Fosil Kadal Hamil dari China

Ilustrasi kadal
BapakSainTek - Sebuah fosil kadal sedang mengandung telah ditemukan di China. Fosil berumur lebih dari 120 juta tahun ini merupakan fosil kadal tertua yang ditemukan dalam keadaan mengandung. 

Fosil ditemukan di bebatuan Jehol, China bagian timur laut, yang kandungan kapurnya seringkali mengungkapkan berbagai spesies dinosaurus. Saat ditemukan, fosil ini berisi lusinan embrio di dalam tubuhnya. Menurut peneliti, kadal ini mati hanya beberapa hari sebelum melahirkan. Peneliti dari University College London yang meneliti tentang fosil mengatakan bahwa kadal ini terkubur pada masa Cretaceous. 

Fosil ini semakin menarik karena, menurut para peneliti, mereka beranak, tidak bertelur. Menurut penelitian, hanya 20 persen dari populasi kadal dan ular yang bereproduksi dengan beranak. 

Profesor Susan Evans yang memimpin penelitian mengatakan, "Saat pertama kali melihat, saya tidak begitu peduli dengan fosil ini." Kemudian, Yuan Wang, rekan Susan dari Chinese Academy of Sciences menemukan setidaknya 15 embiro di dalam fosil tersebut. "Dengan bantuan mikroskop, saya dapat melihat semua bayi kecil itu," tambah Susan. Dengan melihat lebih dekat, pertumbuhan gigi dari embrio-embrio ini dapat terlihat.Peneliti mengira reproduksi dengan beranak merupakan ciri dari spesies air. Namun, kadal ini berdomisili di darat, walaupun mereka dapat berenang. "Kami tahu kalau kadal ini hidup dekat dengan air dan tinggal di darat," ucap Susan. Dengan keadaan seperti ini, kadal tersebut dapat menyelam ke dalam air jika ada predator yang ingin memangsanya.Fosil kadal ini termasuk ke dalam Yabeinosaurus, yaitu kadal besar yang tumbuh lambat dan cukup primitif. Terima kasih National Geographic Indonesia

Bagikan ke :