Twitter BirdDaichi Bold
Mohon klik iklan dibawah untuk perkembangan blog kami. Terimakasih
Tampilkan postingan dengan label Penemu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2011

Terobosan Penting Komputasi Kuantum

Ilustrasi prosesor
BapakSainTek - Para ilmuwan dari USC Dornsife College of Letters menyelesaikan sebuah terobosan penting dalam komputasi kuantum, berupa penggunaan mesin-mesin kuantum untuk merevolusi pengolahan informasi.

Susumu Takahashi, asisten profesor dari USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences, beserta rekan-rekannya menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi untuk menekan dekoherensi, yang merupakan salah satu hambatan dalam komputasi kuantum.

"Medan magnet berkekuatan tinggi mengurangi tingkat gangguan (noise) di sekitar, sehingga bisa menekan dekoherensi dengan sangat efisien," kata Takahashi. Dekoherensi selama ini disebut-sebut sebagai "quantum bug" yang merusak properti dasar yang menjadi andalan komputer-komputer kuantum.

Komputasi kuantum menggunakan bit kuantum, atau qubits, untuk penyandian informasi dalam bentuk nol dan satu. Tidak seperti komputer tradisional yang menggunakan bit tradisional, komputer kuantum mengimplementasikan fakta yang nyaris mustahil bahwa qubits bisa muncul dalam banyak kondisi secara bersamaan, yang disebut "superposition".

Sementara sebuah bit hanya bisa mewakili nol atau satu, sebuah qubit bisa mewakili nol dan satu secara bersamaan karena superposition. Hal ini memungkinkan pemrosesan kalkulasi secara simultan dalam sistem pararel. Meski konsep penopang komputasi komputer tidak lagi baru, namun hal-hal seperti dekoherensi menghalangi implementasi komputasi kuantum secara penuh.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengalkulasikan semua sumber dekoherensi seperti temperatur, medan magnet, dan dengan konsentrasi nuklir isotopik, dan mempertimbangkan kondisi optimal untuk mengoperasikan qubits, dekoherensi bisa ditekan sekitar 1000 kali.

"Untuk pertama kalinya kami dapat memprediksi dan mengendalikan semua mekanisme dekoherensi dalam sistem yang sangat kompleks--dalam hal ini molekul magnetik yang sangat banyak," kata Phil Stamp, Profesor Fisika, Astronomi USC dan Direktur Pacific Institute of Theoretical Physics.

Terima kasih National Geographic Indonesia

Bagikan ke :

Jumat, 22 Juli 2011

Listrik Bantu Membentuk Wajah Kodok

Ilustrasi  kecebong
BapakSainTek - Pola listrik ditemukan di bagian kecebong yang akan membentuk wajah kodok. Pola tersebut menunjukkan tempat dimana mata, hidung, mulut, dan fitur wajah lainnya akan terbentuk. Fenomena ini dijelaskan dalam jurnal Developmental Dynamics.



Peneliti Dany Adams menemukan fenomena ini secara kebetulan saat merekam kecebong di masa-masa awalnya. Adams menghidupkan kamera videonya sepanjang malam untuk mendapatkan rekaman yang komplet. Saat video itu dilihat kembali, peneliti Tufts tersebut mendapati adanya pola listrik yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Kilatan listrik itu disebabkan oleh proses Ion flux yang membuat sekelompok sel berkumpul membentuk pola yang ditandai dengan tegangan listrik dan tingkat keasaman yang berbeda. Ketika embrio kodok berkembang, sebelum terbentuk wajah, ada pola wajah yang dibentuk kilatan listrik di permukaan embrio.

Bagikan ke :

Alexander Calder Nampang di Google

Alexander Calder
BapakSainTek - 22 Juli 2011 di peringati sebagai hari lahirnya Alexander Calder seorang seniman terkenal asal Amerika Serikat. Beliau terlahir pada 22 Juli 1898 dan telah wafat 11  November 1976 silam.Selain mobile dan stabil patung, Alexander Calder juga menciptakan lukisan, litograf, mainan, permadani, perhiasan dan benda-benda rumah tangga.


Tentunya raksasa internet Google telah mempersiapkan Doodlenya kali ini untuk memperingati 113 tahum mendiang Alexander Calder.

Doodle Google

Beliau memperoleh pendidikan teknik pada tahun 1915-1919 di Institut Stevens of Technology di Hoboken, New Jersey. Dia mengambil kursus menggambar dengan Clinton Balmer di New York pada tahun 1922, dan studi di Seni Melukis di Students League pada tahun 1923-1925.

Alexander Calder juga tercatat pernah bekerja untuk majalah National Police Gazette pada tahun 1924. Selama dua minggu pada tahun 1925 setiap harinya dia menghadiri acara dari sirkus keliling di New York.

Bagikan ke :

Rabu, 20 Juli 2011

Peringati 189 Tahun Gregor Mendel Di Doodle Google

BapakSainTek - Saat anda membuka halaman raksasa search engine Google, ada yang terlihat berbeda hari ini. Ternyata untuk memperingati hari lahirnya Gregor Mendel ke 189 tahun ilmuan pertama yang menemukan hukum pewarisan sifat atau biasa disebut Hukum Mendel, 20 Juli 2011 Google memakai embel - embel kacang sebagai logo Doodle Googlenya  kali ini.
Doodle Google untuk perinagti 189 tahun Gregor Mendel
Hukum Mendel ini kita pelajari pada pelajaran Biologi saat SMA. Dengan teknik persilangan, hukum ini mengatur tentang pewarisan sifat induk kepada keturunannya. Dengan penemuannya tersebut Gregor Mendel dinobatkan sebagai bapak genetika.

Memang inilah keunikan dan kebiasaan Google yang selalu mengganti logonya dengan logo yang sudah dimodifikasi sesuai dengan momen istimewa yang sedang diperingati.

Bagikan ke :